sebagai blogger saya harus eksis dan narsis ! 13 Februari 2013
Posted by ram in Blogging, Narsis.Tags: WordPress
comments closed
Setiap Blogger sebenarnya cenderung memiliki keinginan untuk ”eksis” di dunia blogsphere, juga ingin banyak likers, followers dan commentators.
Mengapa saya sebut keinginan untuk eksis, tanpa sadar jawaban dari semua ini adalah sifat alami dari diri seorang manusia, entah itu memiliki tujuan sendiri atau tidak….?
Kemudian….
Apakah anda senang memiliki ribuan followers ?
Apakah anda bahagia ketika komentar post anda sampai ratusan ?
Apakah anda puas jika semua orang sangat merespon tingkah laku anda sebagai blogger ?
Anda pasti tahu jawaban dari semua itu !
Sudah sewajarnya bagi seorang manusia memiliki sifat untuk diperhatikan oleh orang lain, orang menganggap jika postingan kita banyak yang berkomentar, itu berarti bahwa kita termasuk orang yang selalu diperhatikan oleh orang yang ‘comment’ tersebut.

Fenomena banyaknya teman dalam BlogWalking, bisa menganggap bahwa ia adalah seseorang yang gaul, karena memiliki banyak teman di dunia blogsphere, tanpa kita tahu bahwa ia sebenarnya tidak terlalu kenal dengan dengan orang-orang tersebut, ia hanya giat dalam aksi sebagai likers, followers dan commentators di berbagai blog….

Tapi jangan bikin kita berprasangka buruk akan orang tersebut, bisa saja ia hanya giat dalam aksi sebagai likers, followers dan commentators di berbagai blog, tanpa ada niat serta maksud terselubung.
Yahh, itulah manusia, sifat dasar alaminya yang memiliki banyak parameter turunan yang sulit di tebak, dan sifat penasaran memang sulit untuk dihilangkan !

Menurut saya…., ngeblog harus hobi, karena itu suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang (individu), dengan mengunjungi satu web ke website lain untuk mencari sebuah ide, inspirasi, motivasi, dsb…., serta meninggalkan komentar dan link untuk saling share sesama blogger, juga pengunjung non blogger.
(kalau ngga didasari hobi, yaa bakal mati gaya)
Misalnya….,
saya ini sebenarnya tidak hobi menulis, pasti sering mati gaya dalam ngeblog, tapi saya hobi sebagai liker, follower dan commentator, makanya sering nyampah di blog orang…., karena jadi pemikir itu susah (kecuali cuma copasan), lebih mudah jadi liker, follower dan commentator !
gue banget kan….
blog aing kumaha aing lahh !
status facebook palsu…. 11 Februari 2013
Posted by ram in Narsis.Tags: Facebook, WordPress
comments closed
Nn:
Hai sahabat, tahukah kalian kalau wajah cantik seorang istri tidak menjadi jaminan sang suami setia…., karena banyak godaan bagi para suami diluar sana, yang sebenarnya bukan dari wanita cantik atau wanita yang lebih cantik dari istrinya, dan hal ini sudah terjadi menimpa rumah tangga seseorang yang baru berjalan 5 tahun, suaminya “tergoda” oleh wanita yang tidak cantik seperti istrinya itu.
Salahkah seorang istri bila belum menghasilkan anak pada usia rumah tangga yang baru berjalan 5 tahun ?
Apakah si istri harus membenarkan tindakan suaminya itu, karena alasan ingin cepat punya keturunan ?
Berbahagialah para sahabat, yang telah dikaruniai buah hati !
Nn:
Hai Sahabat, tahukah kalian mendekati akhir jaman komposisi jumlah laki-laki dan wanita adalah 1 : 4, artinya 1 milyar jumlah laki-laki berbanding dengan 4 milyar jumlah wanita di bumi ini…., lalu bila ada wanita lajang atau wanita janda yang kesulitan mencari pasangan hidup, akhirnya dengan terpaksa menyukai serta rela diperistri oleh laki-laki yang sudah beristri.
Salahkah bila wanita tersebut menyukai suami orang ?
Apakah si istri pertama harus rela dan membenarkan tindakan laki-laki suaminya itu menikah lagi dengan wanita lain karena alasan diatas, alasan dibawah atau alasan apapun ?
Berbahagialah para sahabat, yang sudah lebih dulu diberi kesempatan menikah dengan seorang laki-laki lajang yang bukan suami orang !
Nn:
1. Ada wanita yang menderita dan bahagia dalam rumah tangga karena kekurangan harta.
2. Ada juga wanita yang bahagia dan menderita dalam rumah tangga karena kelebihan harta.
3. Ada pula wanita berbahagia lahir batinnya dalam berumah tangga karena kekurangan, kecukupan, serta kelebihan harta.
Dari pengalaman ketiga wanita diatas, sebagai seorang istri, tentunya kita lebih memilih di posisi wanita pada nomor 3, karena sangat indah hidup berumah tangga bahagia lahir batin, walaupun di saat kekurangan, kecukupan serta kelebihan harta, dengan doa dan usaha pasangan suami-istri tentunya bisa saling mengerti ketika berada pada situasi kondisi apapun, suka duka dijalani bersama dengan tenang, serta ikhlas lahir batin.
Tapi tidak mudah juga menjadi seorang istri pada posisi wanita di nomor 3 tersebut, apabila tanpa dukungan dan perhatian dari suaminya sendiri yang tidak pernah ada di samping kita sebagai seorang istri…., kalau sudah begitu apa bedanya dan sama saja dengan posisi wanita pada nomor 1 dan nomor 2 seperti diatas.
Bagaimana wanita-wanita tersebut bisa menyikapi sekelumit masalah dalam rumah tangganya ?
Mungkin sahabat yang sudah bersuami bisa saling berbagi kisah dan pengalaman masing-masing ?
Semoga ada hikmah yang bisa diambil untuk para sahabat !
Nn:
Biarkan suami banyak tanggungan, dengan begitu akan berpikir seribu kali bila ada niat “menduakan” istri, kalau ada suami yang banyak tanggungan dalam rumah tangganya, tapi dia nekat berbuat demikian, itu namanya lelaki bodoh dan tidak tahu diri….
Hal tersebut dialami si A dan si B.
Ibu A ini suaminya masih banyak tanggungan seperti: bayar angsuran rumah, bayar kreditan mobil setiap bulannya.
Sedangkan….
Ibu B ini suaminya sudah lebih mapan serta berpenghasilan besar, punya rumah mewah, investasi tanah dan sering gonta-ganti mobil.
Buat para sahabat yang sudah menikah, pasti senang bila suaminya seperti suami si ibu B…., manusiawi kan ?
Hal demikian ada hubungannya dengan beberapa status facebook ini…., karena saya sudah mengalami rasanya menjadi istri yang tergambar dibeberapa status ter-update !
Sungguh disayangkan jika ada wanita masih muda seperti dibeberapa status tersebut, yang menjadi istri seperti itu…., mudah-mudahan para sahabat tidak mengalami hal yang demikian, dan semua tergantung kepada manusianya sendiri !
Bulan kemarin saya iseng bikin account facebook palsu, di profil sebagai seorang wanita / istri yang sedang galau, share menceritakan rumah tangga via update status fb’nya, dengan meng-@dd beberapa teman fb istri (ny. ram – red), kemudian puluhan ibu-ibu muda temannya istri saya itu merespon memberi komentar status palsu yang seperti saya tulis di atas…., segala saran dan masukan mengalir dalam komentar yang mereka berikan untuk status palsu tersebut !
Pada ketipu nih yee….
Untungnya istri gue ngga pernah lihat blog ini, kalau tahu wahh....
Bikin blog palsu kayanya ide bagus nih…., pura-pura jadi blogger wanita dan pasang gravatar cewek cantik, pasti banyak likers, followers, commentators, dan banyak yang ngajak kenalan !
haruskah saya ikutan latah menjadi blogger otomotif ? 7 Februari 2013
Posted by ram in Blogging.Tags: WordPress
27 comments
Pemilik blog yang bertanggung jawab pada tulisan artikelnya harus bisa meng-counter dan menetralisir komentar pengunjung yang pro / kontra terhadap isi postingannya.
Beda lagi dengan blog ramai pengunjung seperti blog otomotif roda dua, banyak para pengunjungnya yang berkomentar melebar dari bahasan, serta saling debat kusir antar mereka para komentator tersebut, kalau sudah begitu pemilik blog jadi mumet, dan akhirnya membiarkan para pengunjung / komentator saling debat kusir, saling menyerang personal, tanpa penyelesaian yang tidak berujung, serta berkepanjangan.
Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpa, sama halnya dengan sebuah blog…., semakin tinggi trafficnya akan semakin tenar, maka semakin kencang komentar pro dan kontra dari pengunjung warung.
Sudah siapkah mental anda sebagai pemilik warung bila di serang, di hujat, di caci-maki para pengunjung warung ????
Hiiii tatut !!!!
Damai itu indah !!!!
Tiga blogger otomotif papan atas yang menjadi inspirasi saya:
1. triatmono mulai nge-blog, 13 November 1999. 
2. tmcblog mulai nge-blog, 17 Maret 2008. 
3. iwanbanaran mulai nge-blog, 23 Januari 2009. 
Tapi saya adalah saya, dan mereka adalah mereka, tidak bisa menjadi seperti mereka…. 
Untuk menjadi seorang blogger otomotif kawakan seperti Rudi Triatmono, H. Taufik Hidayat dan Iwan Banaran, bukan hal yang mudah, karena perlu tenaga, pikiran, biaya, alat pendukung, proses waktu, serta harus bisa menguasai dunianya.
Jangan dipaksakan dan latah ikut-ikutan menjadi blogger otomotif, bila wawasan anda dalam hal itu sangat terbatas…., yang ada anda hanya bisa menulis dari sumber “katanya dan katanya” tanpa langsung terlibat aktif di bidang tersebut.
Apalagi bila anda adalah blogger pemula, harus memulai pro aktif dalam pergaulan sesama blogger di dunia blogsphere, juga harus terus aktif update postingan.
Haha…., jangan seperti saya yang angot-angotan ngeblognya, maaf bukan bermaksud menggurui loh!
Sebagai penghobi otomotif, haruskah saya ikutan latah menjadi blogger otomotif ?
(post ini tercetus atas dorongan dari rekan blogger Ely Meyer dan Yisha, yang seperti menyentil kepasifan saya dalam upadate blog, thx mbak ely…., thx sister yisha…., tapi habis ini saya vakum lagi loh…., xixi).
“rumah dulu, mobil dulu, apa cewek dulu?” 3 Februari 2013
Posted by ram in Biker, Narsis.Tags: Dunia-Akhirat
26 comments
“Bro…., gua baru dapat warisan nih dari bokap’ dan gua punya 3 rencana pilihan tapi bingung mana duluan yang harus gua pilih, rumah dulu, mobil dulu, apa cewek dulu….?”
(cerita teman saya yang umurnya sudah kepala tiga tapi masih nge-jomblo).
Teman saya ini bukannya engga laku, karena dia ini dingin dan pemalu sama wanita, padahal teman saya ini cukup ganteng, kerja di-x punya posisi, plus warisan dari orang tuanya’ yaa lebih dari cukup buat menghidupi rumah tangga dua orang istri.
(xixi…., satu saja belum).
“Tenang bro…., elu kan sudah cukup mapan buat menikah, jadi engga usah bingung dengan 3 pilihan itu, kalau elu mau’ bisa dibarengin semua!”
(balas saya ke teman).
“Maksudnya gimana nih….?”
(teman saya ini bingung).
“Begini bro…., pokoknya semua bisa elu dapat deehh, mau rumah dulu, mau mobil dulu dan mau cewek dulu, gampang itu mah, ntar gua bantu cariin!”
(saya berusaha menenangkan kegalauan teman ini).
“Nih pilihannya bro…., selamat menikmati honeymoon di rumah dulu, jalan-jalan pakai mobil dulu dan dikekepin sama cewek dulu!”
(awas mencret ngisep susu basi expired).
^Rumah dulu.
^Mobil dulu.
^Cewek dulu.
“Usulan Jokowi – Ahok…., cingcay lahh!” 25 Desember 2012
Posted by ram in Biker, Jokowi.Tags: DKI Jakarta, Otomotif, Sosial-Politik
13 comments
Kemarin Gubernur DKI Jakarta mengusulkan pemberlakuan plat nomor kendaraan ganjil-genap di ruas jalan protokol Jakarta, sekarang Wakil Gubernur DKI Jakarta mengusulkan dihilangkannya pasokan bbm subsidi (premium) untuk wilayah Jakarta.
Pro dan kontra pun berkembang dari kalangan elit sampai kalangan ekonomi sulit.
Tujuan dari usulan-usulan tersebut agar kemacetan di Jakarta bisa terurai.
Usulan nomor ganjil-genap by Jokowi sempat di tolak pihak Polda Metro Jaya, khususnya pemberlakuan pada sepeda motor, karena menurut sumber di Polda Metro Jaya:
“Sepeda motor penyebab kesemrawutan, tapi bukan kemacetan,” ujar Kasubdit Regident Dirlantas Polda Metrojaya, AKBP Latif Usman, dalam rapat kajian pembatasan lalu lintas dengan metode nopol ganjil-genap di Balai Kota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (6/12/2012).

Usulan dihentikannya pasokan bbm bersubsidi ke Jakarta by Ahok juga di dukung oleh Jokowi dan spekulasi pun berkembang luas, entah manfaat dari usulan tersebut baik atau tidak, yang jelas sudah membuat resah warga Jakarta.
Sumbernya bisa baca disini!

Solusi buat para bikers di Jakarta harus punya dua sepeda motor yang bernomor ganjil-genap dan harus siap nenggak pertamax!
![]()
“Kalau enggak sanggup beli dua sepeda motor gimana bro….?”
![]()
Gampang bro, beli aja sepeda ontel…., engga perlu nenggak pertamax, sehat kan olah raga setiap hari!
![]()
Nah yang susah itu buat mereka yang hidup pas-pasan, jangan buat kredit motor baru atau buat beli sepeda bekas, buat makan sehari-hari saja susah, miris ngelihatnya bro….!
![]()
“Lalu apa dengan usulan Jokowi-Ahok ini hanya sebatas mengurai kemacetan atau ada manfaat lain yang bisa di dapat buat warga Jakarta….?”
![]()
Menurut orang awam seperti saya, baru wacana saja sudah meresahkan, gimana kalau usulan-usulan tersebut berlanjut….?
![]()
Selalu ada yang dikorbankan!
Pengusaha ritel menyesal pilih Jokowi – Ahok. 23 Desember 2012
Posted by ram in Jokowi.Tags: DKI Jakarta
8 comments
Kalangan pengusaha ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan menyesal memilih pasangan gubenur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Kenapa hayoo….?
Wakil Ketua umum Aprindo Yudhi Komarudin mengatakan, kebijakan Jokowi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) Rp 2,2 juta per bulan di 2013 sangat memberatkan pengusaha. Belum lagi, kabarnya industri ritel DKI bakal menjadi sektor unggulan sehingga upah minimum buruh ritel di DKI harus 5% di atas UMP atau Rp 2,31 juta per bulan di 2013.
“Jujur kami menyesal telah memilih Ahok,” tegas Yudhi ketika ditemui di Senayan City, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Dikatakan Yudhi, kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI ini sangat menyulitkan sektor ritel untuk tumbuh.
“Kebijakannya terutama masalah upah, sangat memberatkan pengusaha, apalagi sekarang kami mau ditekan lagi untuk nambah upah 5% karena ritel mau dipaksa masuk ke sektor unggulan, padahal sektor ini sektor padat karya dan UKM,” ucap Yudhi.
Apalagi, kata Yudhi, ternyata desakan kuat agar ritel masuk menjadi sektor unggulan datang dari Ahok sendiri.
“Yang desak dia sendiri ternyata, padahal kebijakan ini hanya untuk popularitasnya semata,” cetus Yudhi.
Tulisan di atas saya copas dari detik finance!
Hmm…., kirain masalah perijinan ritel level minimarket, kalau yang ini gue demen dehh!
xixi….
Sorry nih postingan copasan…., gue cuma ngebumbuin aja dehh!
Jokowi anti Minimarket 14 Desember 2012
Posted by ram in Alfamart, Indomaret, Jokowi, SB Mart.Tags: DKI Jakarta, Minimarket, Pasar Modern, Pasar Tradisional
14 comments
Setelah Joko Widodo resmi menjadi Gubernur DKI periode 2012 – 2017 disinyalir ada saja pihak yang ketar-ketir dengan situasi dan kondisi sekarang ini.
“Pihak mana tuh yang paling ketar-ketir….?!?”
Sepertinya semua orang tahu lah bagaimana track record Bang Jokowi ketika masih menjabat Walikota Solo, dimana beliau begitu pro pasar tradisional dan kontra dengan pasar modern, terutama minimarket.
“Nah luh, berarti yang paling ketar-ketir itu pihak minimarket dong….?!”
Bisa iya, bisa juga tidak….!
Pada industri retail dalam hal ini bisnis minimarket, sangat agresif ekspansi keberbagai daerah demi melebarkan sayap dan menambah gerai baru diberbagai kota besar, kota kecil sampai kampung-kampung.
Untuk perijinan gerai minimarket baru diberbagai tempat itu gampang-gampang susah…., gampang kalau ada koneksi di birokrasinya, yang jelas gampang kalau ada anggarannya, susahnya kalau tidak ada konektor, malah ada saja pihak retail yang ngirit dana berdalih effisiensi anggaran perusahaan, padahal dalam mengurus perijinan minimarket itu sendiri perlu pendekatan khusus kepada birokrasinya.
Di wilayah Jakarta khususnya sebelum Bang Jokowi menjadi Gubernurnya, ijin untuk menambah gerai minimarket baru itu susahnya minta ampun, apalagi sekarang jamannya Jokowi bisa jadi makin ketat pengawasan terhadap perijinan minimarket yang warna-warni itu, khususnya yang warna biru dan warna merah.
“Terus solusinya bagaimana….?”
Yaa nikmatin saja sendiri, emang gue pikiriiiinn….!!!!
Solusinya…., silahkan ngebokis ijin cafe (padahal dia-dia juga).
xixixixi….
Tapi hati-hati….
“Bang Jokowi itu paten lohh…., tidak mudah tergiur angka-angka begituan, nah buktinya sewaktu menjabat Walikota Solo, gajinya tidak pernah diambil.
Mudah-mudahan gemerlapnya kota megapolitan tidak menyilaukan Bang Jokowi yang jadi Gubernurnya….!”
Amiiiin….
Artikel-artikel terkait:
Minimarket Franchise dan Reguler apa sih….?
Bluemaret lebih smart & clever dari Redmart.
Indomaret lebih berani dan cepat dari Alfamart.
Kontroversi Minimarket 10 Desember 2012
Posted by ram in Alfamart, Indomaret, SB Mart.Tags: Minimarket, Pasar Modern, Pasar Tradisional
18 comments
“Ijin minimarket dipersulit karena dikhawatirkan akan mematikan usaha pedagang kecil, dengan dalih menguatkan ekonomi kerakyatan, Pemerintah Daerah dan DPRD setting perda yang bertolak belakang dengan pasar bebas, LSM pun bermain menjadi pahlawan untuk pedagang kecil, tapi ijin untuk minimarket tetap bisa keluar kalau upetinya besar ke penguasa!”
Apa benar pedagang kecil mati karena minimarket?
Apa yang mereka takutkan dengan hadirnya minimarket?
Apa jadinya kalau semua minimarket di Indonesia tutup karena ijin diperketat/dipersulit?
Pastinya pengangguran bertambah, karena karyawan2 minimarket juga rakyat kecil dan minimarket yang ada sekarang juga asli Indonesia yang punya hak berusaha dinegaranya sendiri!
Apakah dengan diperketat/dipersulitnya pasar modern demi membela pasar tradisional maka perekonomian Indonesia menjadi lebih baik, atau kita malah jadi terbelakang karena menolak modernisasi?
Disuatu daerah ada rencana minimarket berdiri, ijin lingkungan berjalan mulus dan masyarakat (konsumen) mengharapkan kehadiran minimarket tersebut, apalagi perekrutan karyawannya dari kampung sekitarnya.
Tapi ada dua warung rumahan yang menolak keras hadirnya minimarket itu, dengan segala cara dua orang pemilik warung tersebut mati2an menolak….
Mereka kemudian membuat spanduk yang isinya….
”KAMI WARGA KAMPUNG A MENOLAK HADIRNYA MINIMARKET X DI DAERAH KAMI!”
Sangat ironis, justru sebagian besar warga/konsumen tidak menolak….
Maka dua orang pemilik warung tersebut membuat surat ke Pemda dan DPRD, yang isinya keberatan adanya minimarket didekatnya.
Dua orang pemilik warung itu juga tidak habis akal, mereka berdua mengajak sejumlah warga agar ikut menolak minimarket, sebagian warga yang tadinya mendukung minimarket jadi menolak, juga pedagang martabak, pedagang baso, pedagang warteg, bengkel motor dan pedagang kaki 5 yang dihasut untuk menolak minimarket X yang akan hadir di kampungnya.
Datanglah wartawan yang meliput media lokal dan LSM yang mengatas namakan himpunan pedagang kecil ikut menolak minimarket.
Akhirnya rencana minimarket tersebut jadi terhambat.
Para pengurus RT/RW, Kades dan Camat juga bingung, disatu sisi mereka sudah mengijinkan dan lingkungan/sebagian besar warga tidak keberatan, tapi sekarang karena ada dua warung yang menolak, masalah jadi besar. Maka jalan tengah diambil, musyawarah dibalai desa antara pihak minimarket, warga yang setuju dan warung yang menolak. Pro dan kontra mencuat ditengahi para aparat.
Timbul kesepakatan dari warga, agar minimarket yang akan hadir diwilayahnya menyumbang dana fasos dan dana pembangunan tempat ibadah, semua dipenuhi….
Tapi dua warung tetap menolak keras, dua warung tersebut meminta kompensasi kepihak minimarket agar membayar kerugian…., negosiasi berjalan alot karena pihak minimarket merasa permintaan dua warung itu tidak masuk akal. Kesepakatan buntu dan pihak minimarket X belum berani beroperasi didaerah tersebut, walaupun sebagian besar warga/konsumen dan perijinan menerimanya. HEBAT! Cuma karena dua warung menolak, pengoperasian minimarket itu jadi terhambat!
Bagaimana menurut anda?
Sampai beberapa bulan bangunan minimarket X yang sudah jadi itu terbengkalai dan akhirnya sebagian besar masyarakat/konsumen dan pengurus RT/RW, Desa dan Kecamatan mengijinkan minimarket tersebut diwilayahnya karena :
1.Perekrutan tenaga kerja dari lingkungan setempat.
2.Pihak minimarket yang akan beroperasi akan mengikuti aturan2 yg berlaku dikampung itu.
3.Pertimbangan kemajuan dan bertambahnya investor maka daerahnya menjadi maju.
4.Para tokoh masyarakat dan ulama juga mendukung rencana minimarket X, dengan alasan: ”Asal bukan tempat maksiat yang dibangun dikampungnya!”
Mereka sangat menerima, para ulama juga berpesan: “Urusan rezeki Allah SWT Yang mengatur!”
Alasan dua warung menolak minimarket :
1.Omzetnya akan turun karena kalah bersaing dengan investor yang bermodal besar.
2.Belum lagi hutang/pinjaman modal usaha warungnya di Bank yang belum lunas.
3.Kecemburuan sosial.
Hmm….
Dua orang pemilik warung itu mendapat cibiran dari masyarakat yang sebagian besar mendukung minimarket dikampungnya.
Pihak minimarket memberi kompensasi juga kepada dua orang pemilik warung tersebut, tapi tidak sebesar tuntutan yang lalu.
Pengoperasian minimarket dikampung itu berjalan lancar.
Setelah minimarket X beroperasi, kampung A menjadi terlihat ramai dari sebelumnya, dua warung yang awalnya menolak karena takut omzetnya turun dengan adanya minimarket didekatnya, omzetnya sekarang seperti biasa saja, walaupun sedikit berkurang.
xxxx….
“Tulisan ini hanyalah fiktif belaka, kalau ada kesamaan tokoh, peran dan tempat dalam tulisan ini yaa memang benar begitu adanya…., xixi!”
Disinilah pentingnya peran warga, tokoh masyarakat dan para ulama.
Musyawarah untuk mufakat itu sangat diperlukan.
Menurut saya, kalau pedagang kecil menolak wajar2 saja!
Mereka pasti mengadu ke DPRD dan Pemda setempat.
Akhirnya Pemda membuat Perda tentang ijin Minimarket yang diperketat.
Tapi dibalik itu semua, semakin keras pedagang kecil menolak dan mengadu ke DPRD atau Pemda justru akan memberi lahan pungli baru bagi oknum2 Aparat pemerintah.
Pemda dalam hal ini memperketat karena berbagai macam alasan, tapi ijin Minimarket tetap keluar asal upetinya makin besar!
Inilah busuknya oknum aparat yang berkompeten dalam masalah ini!
Para pedagang kecil/pasar tradisional hanya ketakutan sesaat, kadang berkepanjangan dengan hadirnya minimarket didekat mereka.
Apakah anda (konsumen biasa/pedagang kecil) dan para LSM yang menjadi pahlawan bagi pedagang kecil dapat menerima ini semua?
Untuk menjadi bangsa yang maju tentunya harus siap menerima perubahan!
Walaupun dalam prosesnya banyak yang dikorbankan!
Semoga menjadi bahan renungan buat anda yang disudut meja kantor…., kalau saya sih sudah malas mikirinnya!
Minimarket Franchise dan Reguler apa sih….? 9 Desember 2012
Posted by ram in Alfamart, Indomaret, SB Mart.Tags: Minimarket, Pasar Modern, Pasar Tradisional
5 comments
Minimarket Franchise dan Reguler apa sih….?
Ada salah satu pengunjung blog ram-riderantimabox ini yang menanyakan hal tersebut….
Pertanyaan serupa sering di ajukan oleh teman2 yang kurang paham tentang hal itu.
Website/Blog-blog lain yang saya kunjungi, ada juga yang menulis artikel tentang kedua minimarket ini kurang memahami sistemnya.
Mungkin untuk lebih jelasnya datang langsung menanyakan hal tersebut kepada Divisi Franchise Indomaret/Alfamart, biar lebih detail!
Ahh repot amit…
*bakar rokok & ngopi dulu biar enak nulisnya ….
dilanjut….
Sebagai seorang blogger kw jebot amatiran, saya hanya bisa menjelaskan dari track record kedua brand tsb dilapangan, mungkin tulisan asal ini hanya menilai dari sisi subjektif, ya kadang objektif juga kok!
Yang jelas, saya disini bukan sebagai ahli dalam bidang ini dan juga bukan pengamat kedua brand tsb…, hanya tempe track record nya dilapangan saja….
Indomaret dan Alfamart, minimarketnya ada yang franchise dan reguler.
Minimarket Indomaret/Alfamart Franchise itu bisa milik perorangan, yayasan, badan usaha dll …. yang bermitra usaha dibawah lisensi brand masing2.
Sedangkan minimarket Indomaret/Alfamart reguler dikelola langsung oleh management perusahaan retail yaitu PT.Indomarco Prismatama/Indomaret dan PT.Sumber Alfaria Trijaya/Alfamart.
Itu saja penjelasan dari saya, kalau ada yang kurang silahkan ditambahkan menurut opini anda masing-masing!
Sebenarnya bagi kedua perusahaan retail tsb, mencari investor gampang2 susah, krn modal awal yang mencapai ratusan juta dan tidak semua orang berminat waralaba/bermitra dengan Indomaret atau Alfamart, mengingat sekarang ini ijin untuk minimarket diperketat oleh peraturan daerah.
Tapi dalam hal perijinan, menurut saya Indomaret lebih smart n clever, lebih berani dan cepat dari Alfamart.
Tapi kenapa dilapangan terlihat Toko/Minimarket Franchise (non reguler) Indomaret lebih mudah ditemui (ada tulisan Terwaralaba atau Mitra Usaha) di shop sign nya?
Yah, terlihat seperti itu dan apa memang benar terwaralaba – mitra usaha sungguhan atau cuma sekadar “pesan” yang bertujuan agar ada kemudahan perijinan dalam mencantumkan tulisannya?
Nama si empunya yang tercantum di shop sign terwaralaba/mitra usaha itu bukan orang sembarang didaerah tsb…., misalkan nama pejabat daerah, istri pejabat dan nama orang penting atau organisasi yang berpengaruh.
Alfamart juga seperti itu, tapi tidak “sebanyak” Indomaret yang gampang memberi label *terwaralaba – mitra usaha di shop sign gerainya.
*padahal toko reguler…. xixixi
Hmm…. selagi nulis artikel ini ada comment dipostingan lain masuk moderasi yang intinya keberatan dengan artikel2 tentang minimarket yang saya buat akhir-akhir ini!
Sengaja saya, nulis comment nya disini dan ini jawaban ke orang tsb…..
? : Yang bener nih, kalau tanpa fakta bisa kena tuntut, bisa kena UU IT luh nulis artikel begini!
^Kemana aja boss? Ini bukan jaman ode baru! Jangan kaya kodok dalam gentong, fakta dilapangan nih, bisa dipertanggung jawabkan, tapi elu yang naggung – gue yang jawab, xxxx….
UU IT itu untuk para penipu n kejahatan dll didunia maya….
? : Terus tujuan bikin tulisan ini untuk apa?
^post sampah ini ngga ada apa-apa nya jika dibandingkan post para blogger senior kawakan boss..
provokasi? ah sepele itu mah!
isi sampah ini fakta yang bisa dipertanggung jawabkan!
tempe banget laahh dan bukan cuma katanya, kata si ini, kata si itu dsb.
xixi….
Salam godex,
Artikel terkait:
Menentukan lokasi untuk usaha.
Alfamart minggat, hadir SB Mart.
“blue lebih smart n clever dari red….!” 8 Desember 2012
Posted by ram in Alfamart, Indomaret.Tags: Minimarket, Pasar Modern, Pasar Tradisional
5 comments
“bluemaret lebih smart n clever dari redmart….!”
Maksudnya gimana?
Kok bisa sih?
Yaa bisa lah, ada uang semua bisa terang dan jadi lancar!
Memang uang bukan segalanya, tapi dengan uang bisa jadi mudah kan….?
Dalam proses awal membuka gerai minimarket baru, dibutuhkan beberapa team terorganisir dalam management perusahaan retail.
Dimulai mencari target lokasi yang akan dijadikan sebuah tempat/lahan untuk minimarket baru, dengan survey kelayakan sesuai kriteria lokasi.
Titik lokasi oke, kesepakatan sewa tempat dilanjutkan proses Ijin Tetangga/lingkungan, Ijin Domisili usaha, UUG/HO, SITU, IMB, SIUP, TDP, NPWP, NPPKP, STPUW…., STMJ (Susu Telor Madu Jahe), Pungli, Jatah Preman dkk dll dsb dst….
Sangat ribet dan ngejelimet birokrasi yang harus dilalui….
Belum lagi gejolak dimasyarakat (pedagang), LSM, dsb…., sampai bermuara ke DPRD.
Intinya penolakan hadirnya minimarket diwilayah mereka yang selalu dikhawatirkan akan mematikan para pedagang kecil, warung rumahan dan pasar tradisional.
Dalam hal tersebut diatas, Bluemaret lebih gentle menentukan titik lokasi, mengurus perijinan, menanggung gejolak dan menjawab tantangan dari mana saja.
Jangan heran bila melihat ada gerai minimarket berwarna biru yang berani buka jauh dari keramaian (ditengah sawah pun berani)
, berani buka ditengah pasar tradisional dan pada tempat/daerah yang lain tidak bisa tampil, Bluemaret selalu bisa ‘mengakalinya’ untuk tampil didaerah tersebut.
Bluemaret pun lebih smart & clever dalam mempercepat/memangkas proses perijinan dijalur birokrasi yang panjang, kalaupun mendapat serotan dari banyak pihak, dengan ‘menyumpal’ sana-sini dan bermanuver extreme dilakukan untuk men take over lawan dilintasan balap motoGP…. lah kok nyambung ke otomotif….? xxxx…., ngga apa bro’ analoginya yaa gitu deehh….
Kadang perijinan belum lengkap pun, minimarket biru sudah berani ‘jump start’…., kalau kena penalty gimana? Gampang lahh, semua bisa diatur!
Bagaimana dengan Redmart, apa berani seperti Bluemaret….?
Minimarket yang warnanya merah harus berani juga dong, perlu dana lebih lahh….!
Apalagi ijin untuk minimarket semakin sulit, apa mau terus main aman dan akhirnya kejepit Peraturan Daerah….?!
*kejepit “anu” sih enak boss!
Punya banyak koneksi/backing dijalur birokrasi tidak bisa dijadikan jaminan…., karena si konektor dan backing birokrasi juga tidak mau ambil resiko, takut2 ada gejolak dari rakyat sampai wakil rakyat, bisa ‘tengsin’ dong sama jabatan!
Nah, disinilah Bluemaret lebih tempe situasi dan kondisinya…., aman-aman saja kok!
Yaa kadang kena batunya juga sih….
Ini di Indonesia loh, bukan di Republik Mimpi….
Tahu, tempe dan oncom laahh maunya apa….?
Mau bikin rumah ibadah saja susah, orang mau ibadah haji ketanah suci tarif nya puluhan-ratusan juta, orang mau sehat mahal, anak-anak mau sekolah butuh biaya besar, belum lagi yang harusnya mudah malah dipersulit birokrasi….!
Hmm…., apalagi buat minimarket yang katanya bisa mematikan pedagang kecil, warung rumahan dan pasar tradisional….
Masa sih yang ini maunya mudah dan murah terus….!?!
Ada duit dan tidak pelit’ pasti mudah lah..
Tempat maksiat saja ‘diperbolehkan’ beroperasi, apalagi yang non maksiat seperti minimarket tentunya lebih mudah, asal…. titik-titik….? (isi sendiri dehh).
Eiitts…., kok ngelantur kemana-mana?
Kembali ke tangtop….
Terus’ apa maksud tulisan ini?
Ya sekadar opini tidak berbobot tapi memang benar begitu adanya!
Tulisan tidak bermutu dan provokatif kah?
Ahh tidak juga!
Kembali kepada anda-anda semua menilai dari sudut mana?
Dari sudut meja kantor juga boleh!
Kantor mana nihh….?
Peace aja deh….
Salam godex,
Artikel terkait:







































