“blue lebih smart n clever dari red….!” 8 Desember 2012
Posted by ram in Alfamart, Indomaret.Tags: Minimarket, Pasar Modern, Pasar Tradisional
trackback
“bluemaret lebih smart n clever dari redmart….!”
Maksudnya gimana?
Kok bisa sih?
Yaa bisa lah, ada uang semua bisa terang dan jadi lancar!
Memang uang bukan segalanya, tapi dengan uang bisa jadi mudah kan….?
Dalam proses awal membuka gerai minimarket baru, dibutuhkan beberapa team terorganisir dalam management perusahaan retail.
Dimulai mencari target lokasi yang akan dijadikan sebuah tempat/lahan untuk minimarket baru, dengan survey kelayakan sesuai kriteria lokasi.
Titik lokasi oke, kesepakatan sewa tempat dilanjutkan proses Ijin Tetangga/lingkungan, Ijin Domisili usaha, UUG/HO, SITU, IMB, SIUP, TDP, NPWP, NPPKP, STPUW…., STMJ (Susu Telor Madu Jahe), Pungli, Jatah Preman dkk dll dsb dst….
Sangat ribet dan ngejelimet birokrasi yang harus dilalui….
Belum lagi gejolak dimasyarakat (pedagang), LSM, dsb…., sampai bermuara ke DPRD.
Intinya penolakan hadirnya minimarket diwilayah mereka yang selalu dikhawatirkan akan mematikan para pedagang kecil, warung rumahan dan pasar tradisional.
Dalam hal tersebut diatas, Bluemaret lebih gentle menentukan titik lokasi, mengurus perijinan, menanggung gejolak dan menjawab tantangan dari mana saja.
Jangan heran bila melihat ada gerai minimarket berwarna biru yang berani buka jauh dari keramaian (ditengah sawah pun berani)
, berani buka ditengah pasar tradisional dan pada tempat/daerah yang lain tidak bisa tampil, Bluemaret selalu bisa ‘mengakalinya’ untuk tampil didaerah tersebut.
Bluemaret pun lebih smart & clever dalam mempercepat/memangkas proses perijinan dijalur birokrasi yang panjang, kalaupun mendapat serotan dari banyak pihak, dengan ‘menyumpal’ sana-sini dan bermanuver extreme dilakukan untuk men take over lawan dilintasan balap motoGP…. lah kok nyambung ke otomotif….? xxxx…., ngga apa bro’ analoginya yaa gitu deehh….
Kadang perijinan belum lengkap pun, minimarket biru sudah berani ‘jump start’…., kalau kena penalty gimana? Gampang lahh, semua bisa diatur!
Bagaimana dengan Redmart, apa berani seperti Bluemaret….?
Minimarket yang warnanya merah harus berani juga dong, perlu dana lebih lahh….!
Apalagi ijin untuk minimarket semakin sulit, apa mau terus main aman dan akhirnya kejepit Peraturan Daerah….?!
*kejepit “anu” sih enak boss!
Punya banyak koneksi/backing dijalur birokrasi tidak bisa dijadikan jaminan…., karena si konektor dan backing birokrasi juga tidak mau ambil resiko, takut2 ada gejolak dari rakyat sampai wakil rakyat, bisa ‘tengsin’ dong sama jabatan!
Nah, disinilah Bluemaret lebih tempe situasi dan kondisinya…., aman-aman saja kok!
Yaa kadang kena batunya juga sih….
Ini di Indonesia loh, bukan di Republik Mimpi….
Tahu, tempe dan oncom laahh maunya apa….?
Mau bikin rumah ibadah saja susah, orang mau ibadah haji ketanah suci tarif nya puluhan-ratusan juta, orang mau sehat mahal, anak-anak mau sekolah butuh biaya besar, belum lagi yang harusnya mudah malah dipersulit birokrasi….!
Hmm…., apalagi buat minimarket yang katanya bisa mematikan pedagang kecil, warung rumahan dan pasar tradisional….
Masa sih yang ini maunya mudah dan murah terus….!?!
Ada duit dan tidak pelit’ pasti mudah lah..
Tempat maksiat saja ‘diperbolehkan’ beroperasi, apalagi yang non maksiat seperti minimarket tentunya lebih mudah, asal…. titik-titik….? (isi sendiri dehh).
Eiitts…., kok ngelantur kemana-mana?
Kembali ke tangtop….
Terus’ apa maksud tulisan ini?
Ya sekadar opini tidak berbobot tapi memang benar begitu adanya!
Tulisan tidak bermutu dan provokatif kah?
Ahh tidak juga!
Kembali kepada anda-anda semua menilai dari sudut mana?
Dari sudut meja kantor juga boleh!
Kantor mana nihh….?
Peace aja deh….
Salam godex,
Artikel terkait:





post kemarin dihapus ya ka? atau inilah post yang kemarin dihapus?
^
Iya yish, ini postingan ulang.
[...] Bluemaret lebih smart & clever dari Redmart. [...]
terus terang aku nggak bgt ngeh ttg aneka mart di sana saat ini
^
Hehe….
Iya mba Ely…., kondisi di Jerman beda dengan Indonesia.
Kalau disini rata-rata para pedagang kecil dan pasar tradisional kontra dengan minimarket, supermarket juga pasar modern.
Lalu di perparah dengan oknum-oknum dari pihak berkompeten yang memanfaatkan situasi tersebut!